DjoeRinjani Indosat 085647 55 2287 / PIN BB : 5AD831BF
Djoko Sulistyo CONTACT PERSON : Indosat 085647 55 2287 / PIN BB : 2252BEF7

djoe

djoe
indahnya di puncak merapi

Gunung argopuro

cikasur Argopuro

pantai Wedi Ombo

Pantai gunung kidul jogja

gunung lawu

PosIV CemoroKandang

gunung semeru

danau ranukumbolo

Gunung lawu

posIV cemoro sewu

Jumat, 29 Januari 2016

sebuah cerita di tanah para dewa ... mahameru namanya

     

  saya masih ingat saat itu masih kelas 3 sma, di tahun 2002,  mendekati datangnya  hari lebaran , tiba - tiba  temen saya  datang, ngajakin naik gunung ke semeru, padahal duit di kantong cuman ada 80 ribu, kata dia, "cukup kok uang segitu" ,tenang ajaa. Tibalah pada hari yg sudah ditentukan, tepat pada hari ke-3 setelah lebaran, kami berkumpul di stasiun jebres sebelum maghrib,setelah cek perbekalan dan bayar patungan uang 50rb untuk biaya transport sementara. Kami berangkat naik kereta gaya baru malam, kami memang sengaja tidak membeli karcis alias bayar diatas demi menghemat anggaran,dan juga saat itu sistem di KAI belum seketat sekarang. Sampai di surabaya sekitar pukul 3 pagi, karena blom ada transport kami memutuskan untuk jalan kaki ke terminal .
 Dari terminal surabaya kita naik bus arah probolinggo, turun di senduro lanjut naik truk ke ranupane.di sepanjang jalan kami di suguhi pemandangan yg cantik. Melewati pemukiman penduduk khas probolinggo,yg mrpkn penghasil mangga.dan hampir di tiap rumah bisa ditemukan pohon mangga yg sdg berbuah.Menjelang tengah hari kami tiba di basecamp ranupane. Setelah mendaftar di sekretariat dan dicek perbekalan oleh petugas, kami langsung bergegas berangkat memulai pendakian.kami disuguhi trek hutan basah dan jalan setapak,yg sesekali terhalang oleh pohon besar yang tumbang,sehingga kita harus berjalan satu 2 untuk melewati celah sempit akibat dari pohon yg tumbang tadi. 

Menjelang senja, dikejauhan Nampak semburat hijau kekuningan diterpa matahari senja, sejauh mata memandang yang nampak hanya keindahan,kemarin aku hanya bisa bermimpi , tapi sekarang membentang dihadapan,  ranukumbolo, yach ini bukan mimpi, ini kenyataan ... aku menghirup udaranya,  minum airnya dan bermalam di tepinya..sungguh indah menghabiskan malam disini, dibwah bintang2 kami menikmati kopi susu hangat sambil bercerita tentang harapan dan cita2 yg akan kami rengkuh,nanti setelah turun dari gunung
Rombongan kami 11 orang, dan hanya ada satu orang cewek, Mira namanya,selain menjabat menteri keuangan disini dia juga
Menjadi kepala chef,dialah juga yang menjadi penguasa tenda dom,sedangkan yg lain tidur diluar  berselimutkan sleeping bag,  beruntung malam itu cuaca cerah.jadi kami semua bisa tertidur dgn pulas.
Pagi perlahan menjelang, baru saja membuka mata kami sudah disuguhi pemandangan yg eksotis,sekumpulan burung belibis sedang bermain - main air persis di depan kami, wow sungguh pemandangan yang eksotis dan jarang ditemui tentunya. Burung belibis ini biasanya hanya singgah sebentar , dari asalnya australia,mereka bermigrasi untuk mencari tempat tinggal yang nyaman dari suhu yg extrem,
Menikmati sunrice di ranukumbolo sambil ngopi,adalah moment terindah dalam hidup, udara pagi yang dingin pun pecah saat semburat orange kemerahan muncul di ufuk timur,dan perlahan menjadi bulat sempurna,wonderfull..lanjut sarapan pagi ala cheft mira, mengantar perjalanan kita hari ini, menuju pos selanjutnya

Perjalanan dimulai dengan mendaki tanjakan cinta, dan menyusuri oro2 ombo, hingga sampailah kami di kalimati untuk mengisi air. Sumber air di kalimati merupakan sunber air alami yg memancar langsung dari bukit yg airnya jernih dan kandungan mineralnya masih banyak.lokasi sumber air ini agak tersembunyi, namun susah payah itu akan terbayar saat kita sampai di lokasi.
Selesai rehat, perjalanan kembali dilanjutkan, hingga petang menjelang sampailah kita di arcopodo,disinilah kita akan membuat bivak untuk beristirahat pada malam ini. Sore itu gerimis kecil,menyambut kedatangan kami di arcopodo 
Selesai makan malam kami harus tidur semua, karena kami harus bangun jam 2 untuk  start berangkat lagi menggapai puncak dimahameru.
Alhamdulillah  jam 2, kamipun sudah bersiap2 untuk berangkat.


Setelah berdoa, kami bersebelas,mulai melangkahkan kaki menggapai puncak tertinggi di pulau jawa. kabut tipispun turun perlahan,menyambut langkah kami yang mulai memasuki trek berpasir.
disinilah kesabaran kita diuji, karena setiap kita melangkah sekali,akan merosot lagi  dan begitu terus selanjutnya.
hanya pejuang yg tangguh dan punya keinginan yg kuatlah yang bisa menjejakkan kakinya di puncak..
yg niatnya cmn setengah2 bisa dipastikan akan berhenti di tengah jalan..
karena trek arcopodo mahameru adalah trek yang tersulit dari seluruh jalur yg ada di semeru ini.
disinilah batas kesabaran dan nyali kita diuji. trek melelahkan ini akhirnya bisa kita tuntaskan selama hampir 4 jam ,kerlap kerlip lampu kota jadi view yang indah ,menjadi penawar lelah perjalanan menuju puncak. dalam hati seakan masih belum percaya ,aku sudah mencapai puncak tertinggi di pulau jawa..sujud syukur dan sholat subuhpun, begitu syshdu digelar ,
bagaimana tidak, baru pertama kalinya aku sholat ditempat tertinggi di tanah jawa ini ,
suasana pagi itu, cukup ramai dengan pendaki yg mulai memadati puncak mahameru.. langit mulai berkilat 2 tanda sebentar lagi sunrice mulai muncul..




Jumat, 08 Januari 2016

MENYUSURI SURGA YANG TERSEMBUNYI DI SINGGASANA PUTERI RENGGANIS


   Perjalanan ini dimulai dari stasiun Jebres solo turun di Malang. Di dalam kereta kami bertemu dengan rombongan pendaki dari Jakarta, yang kebetulan punya tujuan yang sama yaitu Gunung Argopuro.

Akhirnya kami memutuskan untuk bergabung menjadi satu rombongan dengan mereka. Perjalanan semakin  tambah ramai tentunya, setelah kita  gabung dengan rombongan Jakarta. Jumlah kami menjadi 12 orang sekarang.Turun dari kereta kami lanjut naik bus dari Malang ke Probolinggo. Dan sambung lagi dari Probolinggo ke alun - alun Besuki.
   Langit menjelang senja, saat kami tiba di alun2 besuki, disini kami transit sejenak menunggu angkutan ke basecamp Baderan datang.Kebiasaan penduduk lokal disini, mereka doyan banget berkumpul di pinggir taman kota untuk menikmati kopi hitam, yang rasanya tentu saja punya keunikan tersendiri dan tidak akan ditemui ditempat lain. Sambil ngopi, biasanya ditemani aneka gorengan khas besuki, yang rasanya lezat sekali hingga membuat kami pengen nambah lagi.
ALUN - ALUN BESUKI


   Suasana religius tampak sekali di kota ini, lantunan ayat- ayat suci alquran terdengar mengalun merdu dari masjid agung Besuki membelah malam di alun - alun besuki. Wanita disinipun kebanyakan juga mengenakan hijab.

Selesai makan dan jalan- Jalan di kota besuki,kami melanjutkan perjalanan ke Basecamp Baderan. Sudah jam 9 malam saat kami tiba di basecamp,kami istirahat dulu sejenak agar besok pagi bisa kembali bugar untuk mulai melakukan pendakian ke pos 1.
   Matahari pagi mulai menyingsing , burung- burung pun berkicau bersahutan seakan menyambut perjalanan kami berduabelas untuk mulai mendaki Gunung Argopuro ini . Sesekali tampak juga monyet ekor panjang sedang bercandaria diatas dahan sebuah pohon.Trek menuju pos Mata Air 1  melewati ladang penduduk memang sedikit terasa berat, Karena di sepanjang perjalanan nyaris tanpa pepohonan yang  tumbuh, Jalur setapak yang menanjak dengan sisi kiri kanan bukit dan jurang menyuguhkan pesona tersendiri dalam pendakian kali ini.

Hingga matahari terbenam kami baru sampai di Pos Mata Air 1. Acara memasak pun menjadi satu hal yang paling ditunggu setelah seharian berjibaku dengan trek yang begitu melelahkan. Selesai makan dan ngopi , Sholat maghrib dan isyak pun begitu syahdu digelar, dibawah naungan langit yang dipenuhi dengan bintang dan bulan yang terang, seakan berucap selamat datang kawan di taman langit yang indah. Malam itu kami semuanya tertidur pulas.
   Pagi perlahan menjelang, kudengar sahut sahutan burung kecil indah bernyanyi di atas dahan yang kering,suara ayam hutan juga ikut ikutan nimbrung menyambut indahnya pagi. Hari kedua Target kami adalah sampai di pos cikasur. Pos ini dulu pernah menjadi bunker tentara jepang, dan juga terdapat bekas landasan helipad, Hari kedua kami sudah mulai terbiasa dengan trek Argopuro yang menanjak dan naik turun, dan acapkali melewati beberapa padang savana yang sangat luas. Sore sebelum Maghrib kami sudah sampai di cikasur. Kami pun mandi sejenak  di sungai cikasur yang begitu jernih dan dingin.

   Hari ketiga kami memutuskan untuk membuka camp di cisentor . Camp ini hanya beberapa jam saja untuk sampai ke puncak. Baru keesokan harinya pukul 3 pagi wib, kami menjemput matahari terbit di puncak argopuro.Puncak Rengganis adalah puncak yang pertama kali kami tuju, karena disini landscap pemandanganya indah banget, dan istimewanya disini merupakan petilasan dewi rengganis yang merupakan selir prabu Brawijaya VII.Di puncak ini masih sering diadakan acara persembahan dari penduduk lokal ,sebagai bentuk ucap syukur kepada tuhan atas berkah rejeki yang diterima. Dan kami melihat sisa – sisa persembahan itu, berupa kulit kambing yang masih dipenuhi darah segar dan beberapa ceceran darah yang sepertinya belum lama ditinggalkan .
  Turun dari puncak rengganis kami lanjut ke puncak argopuro. Angin kencang seakan menyambut kami menuju puncak argopuro. Dipuncak ini terdapat reruntuhan candi yang sudah tidak beraturan bentuknya. 

Puas menikmati puncak kami segera turun .Setelah Turun dari puncak dan kembali ke cisentor, kita memutuskan untuk langsung turun ke Danau Taman Hidup. Karena perbekalan juga sudah mulai menipis. Perjalanan menuju danau taman hidup dari pos cisentor memakan waktu kira- kira 7- 8 jam. Jalur yang disuguhkan ternyata tak kalah menantang dengan jalur trek baderan. Jalur Bremi ternyata lebih sulit dan melelahkan. Di awal awal perjalanan, kami disuguhi dengan vegetasi hutan yang begitu rapat. Rumput ilalang setinggi 2 meter disisi kiri kanan jalur, seolah selalu menyambut langkah kami. Tak jarang ilalang itu menutup jalur kami. Belum lagi kalo tak sengaja menyentuh tumbuhan penyengat Girardinta palmate atau dalam bahasa lokal sering disebut dengan “jancukan” sontak sekujur tubuh yang terkena tumbuhan ini akan menjadi panas dan pedih,yang efeknya masih terasa hingga 12 jam.

   Senja mulai menjelang dan kegelapan pun sebentar lagi datang. Namun, belum ada tanda - tanda kalau danau taman hidup sudah dekat. Kami semua seolah merasakan hal yang sama. Perasaan resah dan gelisah datang bertubi- tubi memenuhi pikiran kami. Karena sampai malam yang gelap pun kami masih belum bisa keluar dari hutan, terkadang kami juga mendengar suara - suara aneh yang berasal dari balik semak - semak . Dan hal itulah yang menggelayuti pikiran kami. Walaupun kondisi capek dan lapar mendera, kami tetap fokus untuk jalan terus hingga sampai di danau Taman hidup.
   Hingga akhirnya, Setelah melaui perjuangan yang panjang, Sampailah kami di Danau taman hidup.Kira - kira sudah pukul 09.00 malam saat itu.Tak terbayang betapa bahagianya kami waktu itu, Perasaan lega dan haru menyelimuti pikiran kami. Seakan baru saja terbebas dari lingkaran penghuni rimba Argopuro. Dan acara memasakpun menjadi agenda yang ditunggu tunggu,walau hanya ada nasi dan mie rebus, kami makan Lahap sekali  waktu itu,mungkin karena Perut yang sudah keroncongan menahan lapar, setelah berjibaku seharian dengan rimbunnya hutan. Malam ini menjadi malam terindah sepanjang perjalanan kami di Argopuro.

Pagi perlahan menjelang, sayup sayup terdengar suara nyanyian burung berkicau di pagi hari yang cerah ini.  Belum puas rasanya kalau menikmati danau Taman hidup , sebelum kita mandi bareng dan bermain- main air dengan para sahabat. Terimakasih untukmu  sahabat . Tanpa terasa 7 hari sudah kita menghabiskan waktu bersama. Makan dari tempat yang sama, minum dari gelas yang sama dan tidur satu tenda bersama.
Sebelum pulang Kami mengabadikan moment kegembiraan itu dengan  berfoto bareng dan memanjatkan doa bersama. segera setelah itu kami turun gunung. Kami sudah rindu orang tua, rindu masakan yang enak. Dan rindu Hal hal indah yang telah lama kami tinggalkan  dalam 7 hari ini. Terimakasih Argopuro Atas keindahanmu .Semoga alammu tetap lestari dan terjaga dari tangan - tangan jahil manusia.